INGATLAH.COM – Hari Pramesya (16), rejama yang hilang tenggelam usai melompat dari jembatan ke Sungai Tapung, Desa Koto Garo, Kabupaten Kampar ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Minggu (29/12/2024)
Penemuan korban itu dibenarkan Komandan Tim (Datim) Rescuer Kantor BSarnas Pekanbaru, Delsem FP.
“Korban ditemukan pada minggu pagi sekitar 2 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hilang,” kata Delsem dalam keterangan tertulisnya.
Delsem juga menjelaskan bahwa jenazah korbam ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 07.50 WIB
“Lokasinya sekitar dua kilometer dari lokasi kejadian ke arah hilir, tepatnya di titik koordinat 0°39’40″N 101°17’17″E,” katanya.
Lebihlanjut, Delsem juga menerangkan bahwa setelah dievakuasi, jenazah segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.
Delsem juga menerangkan bHwa Operasi SAR berlangsung intensif sejak laporan diterima.
Berbagai pihak ikut membantu pencarian, termasuk Basarnas, BPBD Kampar, Babinsa, Polsek Tapung Hilir, dan masyarakat setempat.
Tim pencari menggunakan perahu karet, alat pendeteksi Aqua Eye, serta peralatan navigasi lainnya untuk menyisir area sungai.
Pada pukul 08.20 WIB, setelah korban berhasil ditemukan, operasi SAR secara resmi ditutup.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat atas kerja sama yang solid selama proses pencarian.
“Personel yang terlibat dari Basarnas Pekanbaru 5 personel, BPBD Kampar 7 personel, Babinsa 1 personel, Polsek Tapung Hilir 2 personel san masyarakat setempat sekitar 30 orang,” jelasnya.
Selain itu, tim dilengkapi dengan satu unit truk personel, satu unit rescue D-Max, perahu karet dengan motor penggerak, alat komunikasi, dan peralatan medis.
Selama pencarian, cuaca di lokasi cenderung berawan. Meski demikian, kondisi ini tidak menghalangi tim SAR dalam menjalankan tugas mereka.
Kepala Kantor SAR Pekanbaru juga menyampaikan apresiasi atas semangat kerja sama seluruh pihak yang terlibat, seraya mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan saat berada di dekat perairan.
“Sungai dengan arus deras seperti Tapung memerlukan perhatian ekstra untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.
Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu berhati-hati di sekitar wilayah perairan, terutama saat beraktivitas di sungai yang memiliki arus kuat.(*)





