INGATLAH.COM – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan pentingnya peran keluarga dalam membangun kesadaran literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Ia menyebut, digital parenting adalah langkah strategis bagi orang tua untuk mendampingi anak-anak menggunakan teknologi secara bijak.
“Jadilah penggerak literasi digital di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dampingi anak-anak dalam menggunakan teknologi, serta ajarkan mereka untuk memanfaatkannya secara bijaksana,” ujarnya dalam Seminar Digital Parenting bertema “Membangun Karakter Generasi Muda yang Cerdas dan Berakhlak Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital”, Jumat (20/12/2024).
Meutya Hafid menekankan bahwa teknologi tidak hanya digunakan untuk hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai moral dan meningkatkan kreativitas anak.
Ia mendorong para orang tua untuk mengarahkan anak-anak mengakses konten edukatif dan inspiratif sejak dini, sekaligus membatasi penggunaan gawai pada anak-anak usia dini.
“Teknologi digital dapat menjadi alat untuk menanamkan nilai-nilai akhlak dan menumbuhkan kreativitas. Dorong anak-anak untuk menghasilkan konten positif seperti video edukasi, seni digital, atau cerita inspiratif yang dapat dibagikan melalui platform daring,” jelas Meutya.
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-25 Dharma Wanita Persatuan dan Hari Ibu ke-96, Meutya Hafid juga mengajak Dharma Wanita Persatuan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menjadi pelopor dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana membangun karakter generasi muda Indonesia.
“Saya mengajak Dharma Wanita Persatuan Kemkomdigi untuk menjadi teladan dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif. Jadikan teknologi sebagai alat untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan berakhlak,” imbuhnya.
Ia mengingatkan bahwa keluarga adalah benteng pertama yang membentuk karakter anak.
Oleh karena itu, orang tua memiliki peran besar untuk memastikan teknologi digunakan sebagai sarana positif yang mendukung perkembangan anak secara holistik.
Pesan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga berakhlak mulia.
Dengan kolaborasi keluarga, komunitas, dan pemerintah, diharapkan ekosistem digital yang sehat dapat terus tumbuh dan berkembang di Indonesia.(*)





