Berita

Mahasiswa dan Pemuda Desak Polisi Usut Oknum LSM Penyebar Hoaks yang Ganggu Investasi di Riau

×

Mahasiswa dan Pemuda Desak Polisi Usut Oknum LSM Penyebar Hoaks yang Ganggu Investasi di Riau

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Investasi Riau (AMPPI Riau) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau, Kamis (19/12/2024).

Aksi ini mendukung program Asta Cita pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran yang bertujuan menarik lebih banyak investor ke Indonesia.

Dalam orasinya, Koordinator AMPPI Riau, Arizal, menyuarakan keprihatinannya atas maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks yang menyerang industri perkebunan sawit di Riau.

Ia menuding sejumlah oknum LSM atau ormas sebagai dalang kampanye hitam yang dinilai mengganggu iklim investasi di daerah tersebut.

“Belakangan ini, sejumlah oknum yang mengatasnamakan LSM atau ormas sengaja menyebarkan hoaks untuk mendiskreditkan perkebunan sawit di Riau. Mereka mengganggu kondusivitas dunia usaha melalui aksi demonstrasi di Riau dan Jakarta,” ungkap Arizal di hadapan para demonstran.

Baca Juga  Tujuh Pelaku Pembakaran Hutan Ditangkap Polda Riau

Ia menegaskan, jika aksi semacam ini terus dibiarkan, hal tersebut berpotensi merusak citra investasi di Riau yang selama ini menjadi andalan Indonesia dalam industri kelapa sawit.

Arizal mendesak Kepolisian Daerah Riau untuk segera menyelidiki motivasi di balik aksi kampanye hitam tersebut.

“Kami berharap Polda Riau mengambil langkah proaktif dengan mengusut aktor intelektual di balik tindakan ini dan memberikan sanksi tegas sesuai hukum,” ujarnya.

AMPPI Riau juga menduga aksi ini dilakukan demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu yang ingin memanfaatkan isu untuk persaingan bisnis.

Lebih jauh, mereka mengklaim telah menelusuri jejak digital kelompok tersebut dan menemukan pola yang sama dalam berbagai aksi demonstrasi sebelumnya.

“Mereka kerap melakukan kampanye hitam, baik terhadap pemerintah, badan usaha, maupun tokoh tertentu di Riau. Kepolisian harus segera bertindak sebelum dampaknya meluas dan merugikan iklim investasi di Riau,” tegas Arizal.

Baca Juga  Empat Tahun Alih Kelola WK CPP, BSP Perkuat Integritas dan Transformasi

Riau, Pusat Perkebunan Sawit Nasional
Sebagai provinsi dengan lahan sawit terluas di Indonesia, Riau memegang peran strategis dalam industri ini.

Dari total 16,38 juta hektare perkebunan sawit di Indonesia, sekitar 3,38 juta hektare (20,63%) berada di Riau. Dengan posisi tersebut, Riau kerap menjadi sasaran kampanye hitam yang meresahkan para pelaku usaha dan investor.

“Kami percaya, jika dibiarkan, aksi kampanye hitam ini akan mengancam kestabilan ekonomi Riau. Oleh karena itu, aparat hukum harus bergerak cepat untuk menjaga kepercayaan investor terhadap daerah ini,” pungkas Arizal.

Aksi unjuk rasa ini menjadi pengingat bahwa iklim investasi yang kondusif adalah tanggung jawab bersama, dan penyebaran informasi palsu harus ditindak tegas demi masa depan ekonomi Riau yang lebih baik.(*)