Berita

Anggaran Sosialisasi KPU Padang Rp10 Miliar, Partisipasi Pemilih hanya 49%

×

Anggaran Sosialisasi KPU Padang Rp10 Miliar, Partisipasi Pemilih hanya 49%

Sebarkan artikel ini
Ketua KPU Padang, Dorri Putra. (Foto: Istimewa)
Ketua KPU Padang, Dorri Putra. (Foto: Istimewa)

INGATLAH.COM – Tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padang 2024 mencatatkan angka 49% dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 665.126 orang.

Angka ini jauh menurun dibandingkan partisipasi pada Pemilu Presiden dan Legislatif sebelumnya yang mencapai 76%.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang, Dorri Putra, menyebut penurunan ini menjadi fenomena yang terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Namun, hingga kini belum ada analisis mendalam mengenai penyebab rendahnya angka partisipasi tersebut.

“Kami akan mengkaji hasil ini dan melaporkannya ke KPU Provinsi Sumatera Barat. Penurunan ini jelas menjadi perhatian kami,” ujar Dorri dalam rekapitulasi perolehan suara tingkat Kota Padang pada Jumat (6/12/2024).

Baca Juga  Pj Wali Kota Padang Andree Algamar Tinjau Persiapan Sortir dan Lipat Surat Suara Pilkada 2024

Dorri menjelaskan bahwa KPU Padang telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10 miliar dari total Rp46 miliar untuk kegiatan sosialisasi.

Berbagai langkah masif telah dilakukan untuk menggenjot partisipasi, namun hasilnya belum optimal.

“Semua upaya sudah kami lakukan, tapi keputusan tetap ada pada masyarakat, apakah mereka memilih untuk datang ke TPS atau tidak,” jelasnya.

Dari total 1.487 tempat pemungutan suara (TPS), hanya 326.632 pemilih yang hadir untuk memberikan suara. Sisanya, lebih dari setengah DPT memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga  Bantu Warga Kekeringan, BPBD Padang Telah Distribusikan 96 Ton Air Bersih

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi KPU dan pemerintah daerah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilu-pemilu berikutnya.

Diperlukan analisis mendalam untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab rendahnya partisipasi.

Dorri berharap, strategi baru yang lebih efektif dapat dirancang untuk mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya berpartisipasi dalam pesta demokrasi. (*)