INGATLAH.COM – Kebakaran hebat melanda kawasan Simpang Empat Pulau Punjung, Jalan Lintas Sumatera kilometer 1, tepatnya di Jorong Tabek, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Dharmasraya pada Rabu (4/12) pagi.
Insiden ini menghanguskan tujuh petak toko dan menyebabkan kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB dan diduga bermula dari korsleting listrik di salah satu bangunan.
Api dengan cepat menjalar ke toko-toko yang mayoritas berbahan kayu, meliputi resto Sabana, grosir, kelontong, toko sepatu, pangkas rambut, dan lainnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa atau luka dalam musibah ini.
Plt Kasat Pol PP dan Damkar Dharmasraya, Yunisman, menyebutkan bahwa kobaran api pertama kali terlihat di area belakang bangunan antara resto Sabana dan toko grosir.
Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 50 meter persegi.
“Empat unit armada pemadam kebakaran kami kerahkan untuk memadamkan api. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil cukup besar,” jelas Yunisman.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama akibat korsleting listrik.
“Api kecil bisa jadi kawan, tetapi jika besar akan menjadi musuh. Kami meminta warga lebih hati-hati dengan instalasi listrik di tempat usaha maupun rumah,” tambahnya.
Kepala Dinas Sosial P3APPKB Dharmasraya, Martin Effendi, memastikan bantuan tanggap darurat telah diberikan kepada para korban kebakaran.
“Kami telah menyalurkan bantuan berupa peralatan tidur, peralatan memasak, sembako, dan kebutuhan lainnya. Selain itu, posko tanggap darurat juga didirikan di lokasi kejadian,” ungkap Martin.
Ia menambahkan bahwa bantuan lanjutan akan segera diberikan untuk meringankan beban para korban yang kini telah mengungsi.
Tujuh penghuni toko yang menjadi korban kebakaran telah mengungsi sementara waktu.
Pemerintah setempat berkomitmen memberikan dukungan penuh untuk membantu mereka bangkit dari musibah ini.
Musibah kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat Dharmasraya akan bahaya api dan perlunya kewaspadaan ekstra terhadap faktor-faktor pemicu kebakaran. (*)





