Berita

Profil Biodata Okky Madasari Penulis yang Kritik Menlu Sugiono

×

Profil Biodata Okky Madasari Penulis yang Kritik Menlu Sugiono

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Okky Puspa Madasari, penulis sekaligus novelis kelahiran Magetan, Jawa Timur, telah mencuri perhatian masyarakat Indonesia usai kritik Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Sugiono yang tidak qualifed sebagai Menlu.

Menurutnya, persoalan Sugiono bukan semata-mata kemampuan berbahasa Inggris, tetapi lebih pada kelayakannya sebagai seorang menteri luar negeri.

“Bukan soal English-nya,” ujar Okky melalui akun X miliknya.

“Emang gak qualified aja sebagai Menlu. Tidak menguasai atau tidak punya pemahaman tentang politik luar negeri Indonesia,” tambahnya.

Okky juga menyoroti kurangnya persiapan Sugiono sebelum tampil di forum internasional. Ia menyayangkan sikap Sugiono yang dianggap tidak serius dalam mempersiapkan pidatonya.

“Sudah gitu, tidak mau persiapan pula. Saran aja: persiapkan serius kalau mau tampil di publik. Bikin script. Kalau perlu dihapalkan,” tutup Okky.

Baca Juga  Aceh, Sumut, Sumbar Dapat Dukungan Rp126 Miliar untuk Rehab-Rekon 2027

Profil Okky Madasari

Perempuan kelahiran 30 Oktober 1984 ini tumbuh besar di Magetan, kota kecil di Jawa Timur. Sejak kecil, Okky telah menunjukkan minatnya pada dunia jurnalistik dan tulis-menulis, hingga menjadi ketua majalah sekolah.

“Dulu, informasi tentang cerita-cerita itu sangat terbatas. Saya dari kampung, dari kota kecil di Jawa Timur. Perpustakaan gak ada, internet juga belum zamannya. Jadi, orang hanya membayangkan apa yang dia bisa. Karena saya suka menulis dari dulu, saya membayangkan ingin jadi jurnalis,” kenangnya dikutip IDNTimes.

Impian itu terwujud ketika Okky menempuh pendidikan di jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan lulus pada 2005.

Ia sempat berkarier sebagai jurnalis setelah lulus kuliah, sembari memupuk kecintaannya pada dunia literasi.

Baca Juga  Oknum Satpam Rampok Gerai BRI Link, Polisi: Pelaku Sering Main Judi Online

Meskipun berkarier di bidang jurnalistik, Okky menyimpan mimpi besar untuk menulis karya sastra yang dapat memberikan dampak pada pembacanya. Namun, perjalanan untuk mewujudkan mimpi itu tidak mudah.

“Ketika saya memutuskan untuk bikin novel pertama, wah, pertanyaan datang dari mana-mana, ‘Harusnya kan kerja aja!’ Tapi sekarang, ya udah gak perlu dipertanyakan lagi. Semua butuh waktu untuk menjawab itu,” ungkapnya.

Okky mengakui bahwa pada masa itu profesi sebagai novelis belum dianggap menjanjikan.

Namun, berkat ketekunan dan kecintaannya pada menulis, ia berhasil membuktikan bahwa karya sastra bisa menjadi medium yang kuat untuk menyampaikan pesan dan membangun kesadaran sosial. (*)